28 C
Semarang
, 26 February 2025
spot_img

Setuju Usulan Komisi D, Sumanto Minta Ketersediaan Air Bersih Cukup di Jateng

Semarang, Jatengnews.id – Usulan Komisi D terkait pengelolaan sumber daya air di Provinsi Jawa Tengah dapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto.

Sumanto mengatakan bahwa ketersediaan air bersih juga berpengaruh pada tingkat kemiskinan di Jawa Tengah.

Baca juga : Sumanto Dorong Taman Ternak di Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional

“Tolak ukur kemiskinan kan, salah satunya itu sanitasi, air bersih, RTLH, tentunya juga meningkatkan pendapatan,” ungkap Sumanto usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu (26/02/2025).

Pihaknya pun meminta agar ketersediaan air bersih di Jawa Tengah mencukupi. Ia memastikan, pasokan air bersih di Jawa Tengah tak sulit diakses. Hanya saja, ada beberapa daerah yang tak memiliki sumber air dan beberapa masalah lainnya. 

“Supaya air menjadi bagian kebutuhan yang harus dicukupi di Jateng. [Sebenarnya masalah air] tidak susah, mungkin ada daerah-daerah yang sumbernya gak ada, masalah jangkauan, kualitas air tanah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendukung usulan Raperda tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Tengah.

Sumarno menyebut, kehadiran air sangat krusial bagi masyarakat. Adapun urgensi raperda tersebut, kata dia, tak lain adLah masalah ketersediaan, lokasi, dan lain sebagainya.

“Terus yang menjadi permasalahan sekarang adalah masalah manajemen sumber daya air. Tadi juga disampaikan di dari Dewan, bahwa sekarang itu daerah tangkapan air juga bermasalah,” ucap Sumarno.

Selain resapan pada daerah tangkapan air, Sumarno turut menyoroti masalah pengambilan air tanah.

“Jadi dengan Raperda ini, tentu saja akan menjadi guidance kita untuk mengelola sumber daya guidance yang lebih arif dan lebih berkelanjutan, karena air ini sampai kapanpun kita membutuhkan,” tegas dia.

Terlebih, kata Sumarno, Jawa Tengah menghadapi krisis air di wilayah Pantura.

“Kita juga sudah menghadapi problem yang ada di Pantura, permukaan tanah sudah menurun. Itu salah satunya adalah disebabkan karena pengambilan air tanah yang berlebihan di Pantura, khususnya di kawasan industri,” pungkas Sumarno.

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sugiarto, menyampaikan dalam paparannya jika sumber daya air harus dikelola dengan bijaksana.

“Sumber daya air itu sangat krusial, harus dikelola bijaksana. Ketidak seimbangan antara ketersediaan air yang menurun dan kebutuhan yang meningkat jadi tantangan yang harus kita atasi,” ucap Sugiarto.

Terlebih, kata Sugiarto, jumlah penduduk di Jawa Tengah sejumlah 37 juta jiwa lebih.

Baca juga : Ketua DPRD Jateng Sumanto Sebut Masyarakat Harus Aktif Cegah Konflik Sosial

“Tentunya ada kebutuhan air bersih untuk individu, baik kecil maupun besar. Rumah tangga yang pakai sumber daya air bersih itu ada 80,47 persen dan menurun sangat drastis dibanding tahun 2021,” ucap Sugiarto.  (ADV-03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN