Semarang, Jatengnews.id – Waktu itu cuaca di Pantai Tirang Kota Semarang terlihat mendung dan sedikit gerimis. Terlihat puluhan anak muda yang berkumpul mendatangi pantai tersebut, Sabtu (14/12/2024) pagi.
Kedatangan mereka, bukan untuk berwisata atau menikmati pemandangan pantai saja.
Ternyata mereka ini merespon situasi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Yang kian hari makin terkikis garis pantainya karena terjadinya abrasi dan persoalan iklim lainnya.
Baca juga : Ratusan Siswa SD di Jepara Kompak Bersihkan Pantai Pelayaran
Ketua pelaksana penanaman Mangrove Eco-Peace Warrior Semarang, Lena Sutanti menyampaikan, bahwa kehadiran mereka dilokasi tersebut untuk melakukan penanaman mangrove.
“Kita menanam mangrove harapannya bisa mengurangi abrasi dan antisipasi banjir rob yang masih menjadi PR bersama,” papar Lena kepada Jatengnews.id.
Mereka yang tergabung tersebut, berangkat dari berbagai Kampus di Semarang, bahkan beranekaragam keyakinannya.
“Kita juga berdiskusi dengan pengelola mangrove, tokoh agama Buddha dan anak muda lintas agama,” paparnya.
Bhante Ditti Sampani atau Budi Utomo, yang jauh-jauh dari Boyolali, sengaja datang ke Pantai Tirang untuk bermain dan belajar bersama para anak muda.
“Pada dasarnya, pelestarian alam adalah satu hal yang penting sekali, karena hukum tabur tuai yaitu apa yang ditanam adalah yang kita panen,” ucap tokoh agama Buddha dari Boyolali tersebut.
Dirinya terlihat memimpin diskusi di kelompok muda tersebut dan mengingatkan bahwa dulunya tanaman adalah sahabat juga tempat berlindung bagi umat manusia.
“Mari kita bersama-sama untuk selalu menanam pohon untuk melestarikan alam dengan menghijaukan bumi,” terangnya.
Terpantau, bahwa dalam penanaman tersebut ada dua jenis tumbuhan yang ditanam yakni satu cemara dan satunya lagi mangrove.
Baca juga : Piknik di Pantai Sambil Nikmati Tiram Bakar, Pantai Ngebum Bisa Jadi Pilihan Berwisata Aman dan Murah
Total bibit yang mereka tanam ada sekitar 30 an bibit mangrove dan belasan cemara. (Kamal-03)