
Semarang, Jatengnews.id – Pengamat dan pemerhati profesi akuntansi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Bambang Minarso, S.E., M.Si., Ak, menyoroti pentingnya etika bisnis dalam industri pangan.
Bambang menjelaskan bahwa industri pangan bukan hanya sekadar mencari keuntungan, tetapi juga harus memastikan produk yang dihasilkan aman bagi konsumen.
Baca juga : Dosen Udinus Ciptakan Sistem IoT untuk Optimalkan Pengelolaan Air Bersih
“Data menunjukkan bahwa sekitar 42% kasus keracunan makanan disebabkan oleh cemaran bakteri,” jelasnya, Jumat (28/02/2025).
Menurut Bambang, etika bisnis menjadi fondasi penting dalam industri pangan. Etika bisnis tidak hanya mengacu pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral pengusaha.
Pemilik usaha harus jujur dalam penggunaan bahan pangan yang aman, menjaga kebersihan produksi, serta memastikan keselamatan kerja bagi karyawannya. Selain itu, aturan dari pemerintah harus diperhatikan.
Bambang menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan pangan harus melibatkan semua pihak, baik pelaku usaha, pemerintah, maupun masyarakat.
Baca juga : Kenalkan Rektor Baru Udinus Luluskan 712 Mahasiswa
“Dengan menerapkan etika bisnis yang baik serta pengolahan pangan yang higienis, diharapkan kasus keracunan makanan dapat diminimalisir di masa mendatang,” imbuhnya. (03)