
Sukoharjo, Jatengnews.id – Perusahaan raksasa tekstil Indonesia, PT Sritex, secara resmi akan berakhir atau tutup permanen pada 1 Maret 2025.
Hal tersebut diketahui setelah beredarnya formulir Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada seluruh karyawan Sritex pada Rabu (26/2/2025).
Baca juga: DPR Minta Prabowo Kawal Langsung Penyelamatan PT Sritex
Formulir PHK tersebut nantinya akan digunakan sebagai klaim pencairan jaminan hari tua (JHT).
Penutupan perusahaan tekstil terbesar di Indonesia tersebut, semakin kuat setelah Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispenaker) Kabupaten Sukoharjo, melakukan pertemuan bersama perwakilan Manajemen PT Sritex Kamis (27/2/2025).
Kepala Dispenaker Sukoharjo, Sumarno, Kamis (27/2/2025) mengatakan setelah sidang pada 30 Januari 2025, kurator dan pemilik PT Sritex melakukan pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut diputuskan, bahwa pada 26 Februari 2025 dilakukan PHK. Menurut Sumarno untuk pekerja terakhir 28 Februari 2025.
Baca juga: Akhir Kejayaan PT Sritex 10 Ribu Karyawan Terpaksa di PHK
“Pabrik tekstil PT Sritex akan bethenti total pada tanggal 1 Maret 2025,”katanya.
Sumarno menjelaskan, pihaknya mencatat ada 8.475 karyawan yang terdampak PHK massal dari PT Sritex Sukoharjo.(Iwan-02).