Semarang, JatengNews.id – Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin (Jaguar) sementara unggul dalam Pilwalkot Semarang 2024 dalam penghitungan cepat atau qiuck count.
Salah satu kunci kemenangannya adalah tim PDIP solid dan all out bekerja keras untuk memenangkan karena diperintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sebelumnya, Megawati memandang kompetisi Pilgub Jateng dan Pilwalkot Semarang dan Kota Surakarta terasa special sebagai harga diri partai dalam bersaing dengan Jokowi.
Baca juga: Hasil Survei Pilwakot Semarang, Yoyok-Joss Unggul 63 Persen Agustin-Iswar 36 Persen
Menurut pandangan Pengamat Politik UIN Walisongo M Kholidul Adib, Jokowi memang mentarget untuk memenangkan Pilgub Jateng, Pilwalkot Semarang, Pilwalkot Surakarta, Karanganyar dan Boyolali.
Jika berjuang untuk mempertahankan Pilgub Jateng dirasa sangat berat maka minimal bisa mempertahankan Kota Semarang dan Kota Surakarta, karena jangan sampai kalah di semua daerah hal ini akan menjatuhkan harga diri PDIP dan Megawati.
Keduanya memang sudah tidak harmonis sejak Pilpres 2024 lalu. Saat pertemuan dengan para elit PDIP di Jateng, Megawati sudah tegas menyatakan akan mengevaluasi sejumlah elit di Jateng jika gagal memenangkan Pilgub dan Pilwalkot.
Hal ini yang membuat seluruh jajaran elit PDIP di Jateng dan Kota Semarang berjuang all out mempertaruhkan segala yang mereka punya untuk menjaga perintah Ketua Umum DPP PDIP. Demi gengsi agar tidak kalah Jokowi, PDIP harus menang di Pilgub dan Pilwalkot.
Jika pilgub gagal setidaknya pilwalkot tidak boleh gagal, kira-kira begitu. Maka segala kekuatan dikerahkan termasuk iuran patungan logistic untuk memenangkan Jaguar di Kota Semarang, termasuk logistik operasional hari H lebih besar dari paslon lain.
Pada sisi lain paslon Yoyok Sukawi – Joko Santoso walau diusung koalisi besar (Koalisi Indonesia Maju plus) namun gagal membangun kepentingan bersama. Kerja-kerja pemenangan dari tim koalisi kurang berjalan maksimal bahkan cenderung menggantungkan logistic hanya pada diri Paslon semata.
Karena gagal membangun kepentingan bersama dan hanya menggantungkan logistik pada diri paslon semata maka paslon Yoyok-Joss mengalami kekurangan logistik untuk operasional hari H.
Kemudian juga dampak dari performa debat, paslon Jaguar terlihat lebih matang dan berpengalaman dalam menjawab pertanyaan panelis maupun dari paslon lawan.
Baca juga: Hasil Survei Pilwakot Semarang Terbaru: Agustin-Iswar 45 Persen dan Yoyok-Joss 38 Persen
Selanjutnya soal rekam jejak dan pencitraan yang dibangun tim Jaguar lebih berhasil merebut hati pemilih. Lebih dari itu, didukung partai yang banyak tidak menjadi jaminan akan memenangkan kompetisi manakala tidak diimbangi dengan kerja-kerja riil atau kesolidan dan all out dari semua elemen partai pengusung.
Apalagi kalau motivasi pendukungnya sudah berbeda-beda sehingga spiritnya akan berbeda-beda. Tetapi apapun itu hasilnya baik Jaguar maupun Yoyok-Joss sudah memberikan warna bagi demokrasi local di Kota Semarang. (01)