27 C
Semarang
, 4 April 2025
spot_img

2 Jenderal Atau 3 Jenderal, Ini Potensi Pertarungan Pilgub Jateng

Semarang, Jatengnews.id – Pilkada atau Pilgub Jawa Tengah (Jateng) diperkiran bakal ada tiga jendral atau dua jendral yang akan bertarung di dalamnya.

Jika melihat situasi hari ini, ada partai-partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) yakni Golkar, PAN dan Gerindra telah menyatakan dukungannya kepada Komjen Ahmad Luthfi mantan Kapolda Jateng yang belum genap 1 bulan menjabat sebagai Pati Itwasum Kemendag RI.

Meskipun sampai hari ini dirinya belum menyatakan secara tegas dirinya akan maju dalam Pilgub Jateng, namun rilis kunjungannya di berbagai titik Jateng pada saat di Polda Jateng dan baliho relawan yang tersebar tentu menjadi sinyal tersendiri.

Baca juga: Pengamat Politik Sebut Sosok di Pilgub Jateng Berguguran

Hal ini mendapatkan respon langsung dari PDIP yang merupakan lawan utama KIM dalam Pilpres 2024 lalu.

“Informasi yang berkembangkan PDIP akan mengusung Pak Andika Perkasa,” ucap Pengamat Politik UIN Walisongo Semarang, M Kholidul Adib pada Selasa (6/8/2024) kemarin.

Jika melihat nama Andika Perkasa, dirinya merupakan Jendral TNI yang menyandang bintang empat dan juga pernah menjabat Panglima TNI pada tahun 2021-2022 lalu.

“Kalau PDIP jadi mengusung Pak Andika Perkasa kemudian Partai KIM mengusung Pak luthfi, akan bisa jadi pertarungan dua jendral. Satu jendral TNI yang satu jendral Polri,” paparnya.

Kiranya proses ini, memang menjadi tanda tanya besar apakah pertarungan jendral ini bakal mengguncangkan Jateng atau seperti apa?. Menurutnya, selama institusi Polri maupun TNI tidak ikut bermain maka potensi konfliknya tidak akan begitu besar.

“Yang harus kita dorong adalah indepensi lembaga negara TNI maupun Polri, dan lembaga yang lain termasuk demokrasi untuk tetap senetral-netralnya. Biarkan proses politik tetap berjalan menjadi persaingan antara pak Andika untuk PDIP dan Pak Luthfi KIM,” ujarnya.

Dalam kacamatanya, untuk mengahadapi KIM yang dalam Pilpres lalu mengalahkannya bahkan di kandagnya yakni Jateng. Kiranya PDIP perlu berbenah, dan mengambil Wakil dari partai lain seperti tokoh dari partai islam.

“Ada baiknya PDIP koalisi dengan PKB atau PKS walaupun kedua partai Islam itu sudah gabung. Walaupun PDIP sudah bisa mengusung sendiri,” paparnya.

Kiranya, kedua partai PKB dan PKS tersebut sebelumnya menjadi lawan terberat KIM dalam detik-detik akhir Pilpres. Sehingga potensi kekuatanya akan bertambah ketika mendapatkan dukungan dari partai tersebut, meskipun telah menyiapkan Panglima TNI bintang empat.

Sebenarnya, masih ada partai islam lain yang memiliki pengaruh cukup kuat di Jateng yakni PPP. Dimana partai tersebut memiliki kader terbaik bernama Taj Yasin Maimoen atau yang dikenal Gus Yasin.

Nama Gus Yasin, masih menjadi perbincangan lantaran surveinya cukup tinggi dan menjadi penerima suara terbanyak di DPD dalam Pemilu 2024 lalu.

“Tapi kalau tidak mampu merjaut koalisi dengan PKB dan PKS, maka bisa dengan PPP karena dulu juga diluar poros KIM dan tahun lalu pendukungnya Ganjar,” jelasnya.

Meskipun yang telah muncul baru dua jendral. Kiranya, bakal muncul satu jendral lagi, yakni jendral santri atau tokoh ternama dari kalangan pesantren.

“Sebetulnya ada yang mendorong PKB, PPP sama PKS itu bikin poros sendiri,” paparnya.

Baca juga: Hendi Tunggu Rekom PDIP di Pilgub Jateng

Jika melihat dinamikanya, terakhir Jatengnews.id menghubungi ketua PKB Jateng Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Dirinya menyatakan, bahwa PKB berkeinginan kuat untuk memajukan kadernya dalam hal ini dirinya sebagai bakal calon dalam Pilgub Jateng.

Adib pun juga menilai, potensi Gus Yusuf maju itu ada dengan mencari wakil dari PKS atau PPP. “Waluapun sampai hari belum ada informasi pembicaraan sampai ke level tersebut, meskipun telah ada pertemuan antara PKB dan PKS” ungkap Adib. (Kamal-02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN