28 C
Semarang
, 1 April 2025
spot_img

Paryono, Berawal dari Cleaning Service Sampai Anggota DPR RI

Karanganyar, Jatengnews.id – Bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar, nama H. Paryono, SH.MH, tentu sudah tidak asing lagi.

Politisi PDI Perjuangan yang saat ini menjadi anggota DPR RI Komisi II ini sering terjun langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Namum demikian, tidak banyak yang mengetahui perjalanan karir politik mantan anggota DPRD Karanganyar periode 2004-2008, serta mantan wakil bupati periode 2008-2013 ini.

Baca juga: Baliho Paryono Terpasang, Sinyal Maju Bupati Karanganyar Menguat

Paryono mengatakan, sebelum mencapai keberhasilan seperti saat ini, pernah menjadi tenaga kontrak di Pemkab Karanganyar sekitar tahun 1998 lalu.

Selain bekerja sebagai cleaning service, pria kelahiran 10 Desember 1974 ini, juga menjalankan kembali perusahaan orang tuanya yang sempat berhenti.

“Saya pernah jadi cleaning service. Tugas saya, menyiapkan minuman untuk pejabat dan menata kursi kalau ada kegiatan Pemkab,”katanya.

Perlahan namun pasti, karir politik dan perekonomian Paryono semakin baik.

Karir politiknya diawali saat mantan Ketua MPC PP Karanganyar ini, menjadi bendahara PAC PDI Perjuangan Karanganyar Kota tahun 2001 lalu.

Sebagai kader PDI Perjuangan, Paryono selanjutnya mendaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu tahun 2004 dan terpilih sebagai anggota DPRD Karanganyar.

“Prinsip saya saat itu, saya ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, saya memilih jalur perjuangan melalui parlemen sebagai wakil rakyat,”terangnya.

Pada tahun 2008, saat digelarnya Pilkada Karanganyar, Paryono mendapat tugas dari partai untuk maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Rina Iriani yang  saat itu sebagai calon bupati yang diusung PDI Perjuangan. Pasangan ini dapat memenangkan Pilkada tahun 2008.

“Alhamdulillah, saat Pilkada tahun 2008, saya bersama Bu Rina  terpilih sebagai  bupati dan wakil bupati. Selama lima tahun, kami bekerjasama membangun Karanganyar,”ujarnya.

Pada tahun 2013,  Paryono mendapat rekomendasi dari partai sebagai calon bupati yang berpasangan dengan Sinta, dari Partai Demokrat.

Namun, pasangan Paryono dan Sinta gagal terpilih sebagai calon bupati dan wakil bupati. Pasangan Paryono dan Sinta kalah atas pasangan yang diusung Partai Golkar, Juliyatmono yang berpasangan dengan almarhum Rohadi Widodo dari PKS.

Meski kalah dalam Pilkada, tidak membuat aktifitas sosialnya berhenti. Kegiatan sosial kemasyarakatan Paryono, tidak berubah. Alumni Lemhanas tahun 2019 ini, tetap rajin menemui dan membantu masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya kita lakukan saat menjadi pejabat. Saat menjadi masyarakat biasa, kita bisa melakukan hal yang sama,”ungkapnya.

Pada tahun 2019, saat kontestasi politik pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, setelah lima tahun absen dari dunia politik, Wakil Ketua MPP PP ini, kembali terjun ke dunia politik.

Baca juga: VIDEO Paryono Ingatkan KPU Soal Pencocokan Data Jelang Pilkada

Melalui daerah pemilihan Jateng IV yang meliputi Kabupaten Karanganyar, Sragen dan Wonogiri, Paryono terpilih sebagai anggota DPR RI, periode 2019-2024.

“Banyak hal sudah kami lakukan. Berbagai persoalan yang ditemui dilapangan, selanjutnya kita sampaikan kepada pemerintah untik diselesaikan,”terangnya.

Kini, mengakhiri masa baktinya sebagai wakil rakyat, Paryono masih terus menemui masyarakat.

“Pengabdian bisa kita lakukan dimana saja. Kerja sosial tidak dibatasi oleh jabatan. Sampai saat ini, saya masih terus turun ke masyarakat,”pungkasnya. (Iwan-02).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN