Semarang, Jatengnews.id – Topografi wilayah Kota Semarang yang naik turun, menjadi surganya para komunitas Hiking atau pecinta pendakian karena kontur tanahnya perbukitan.
Seperti yang dilakukan oleh Urban Hiking Kota Semarang ini, mereka melakukan pandakian menyusuri sudut perkampungan Kota Semarang.
Biasnya, mereka telah mengumumkan jadwal untuk melakukan hiking melalui medsosnya. Olahraga hiking ini, selalu dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 05:30 Wib hingga 07:00 Wib dengan jarak tempuh 3-8 kilometer.
Baca juga: KONI Jateng Puji Loyalitas Atlet Squash Jateng Jelang PON Aceh Sumut
Owner Urban Hiking, Roy Adrianto Wibowo (45) mengaku, mulanya melakukan aktivitas hiking di jalanan Kota Semarang ini ia lakukan sendiri karena keinginan berolah raga.
“Kemudian ada beberapa teman yang gabung, lalu saya posting di medsos ternyata peminatnya lumayan. Pertama posting itu tahun lalu, 28 Oktober 2024,” kata Roy usai melakukan hiking di wilayah Genuk Baru Kota Semarang.
Jika melihat lokasi tersebut, kondisi jalanan perbukitan yang menampilkan pemandangan yang elok serta udara sejuk pagi hari menambah kenikmatan para peserta urban hiking.
Roy mengaku, komunitas yang baru ia buat pada tahun 2023 lalu ini, kini sudah memiliki peserta rata-rata setiap hiking sebanyak 80 orang.
“Urban hiking itu, konsepnya jadi kita mendaki di perkotaan. Ini untuk orang yang waktunya terbatas, nggak punya waktu panjang jadi lebih efisien waktunya,” jelas warga Gayamsari Kota Semarang tersebut kepada Jatengnews.id.
Titik-titik yang biasa meraka lalu yakni, Cinde -Tandang, Genuk Baru Karanglo, Lempong Sari, Tumpang 13 – Papandayan semuanya di Kota Semarang.
“Tanjakan terekstrim ada du jalan Tumpang 13, menurut kita itu yang paling ekstrim, paling tinggi paling curam. Kita naik sana seperti merangkak,” kisahnya pengalaman selama hiking di Kota Semarang.
Pasalnya, jalanan sepanjang 400 meter tersebut memiliki tanjakan yang lumayan ekstrim. Peserta yang ikut hiking bersama komunitas Urban Hiking Semarang ini, tidak dibatasi usia yang terpenting memiliki kesiapan dab sehat jasmani.
“Sebaiknya jaga kesehatan, yangbpenting tidurnya cukup. Nanti kalau kurang tidur akan terasa saat melewati jalan tanjakan,” katanya tips bagi masyarakat yang ingin ikut hiking.
Meski demikian, setiap akan melakukan hiking tetap mengajak anggotanya untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Dirinya mengaku, hadirnya komunitas hiking ini juga menjadi cara untuk mengenal perkampungan dan bersosialisasi bersama masyarakat Kota Semarang.
Baca juga: KONI Kota Semarang Apresiasi Banyaknya Peserta di Kejuaraan Sepatu Roda Freestyle
“Kalau lewat gitu kita saling sapa dan ada yang kom3n di medsos saya ketika rumahnya di lokasi,” ujarnya.
Kegiatan hiking ini, menjadi upaya mengajak masyarakat untuk blusukan dan mengenal kotanya yang ternyata tidak semuanya sudah mereka akses.
“Jadi mereka bisa tau oh ternyata jalan ini tembus sini, baru tahu. Sebelumnya kita survey dulu juga pastinya untuk tracking yang bakal kita lalui,” tandasnya. (Kamal-02)