Semarang, JatengNews.id – Kirab Budaya Haul Mbah Syafi’i Kota Semarang berlangsung meriah. Ribuan peserta turut meramaikan gelaran kirab budaya yang digelar setiap tahun.
Kirab Budaya Haul Mbah Syafi’i diikuti ribuan peserta yang tinggal di daerah Mangkang, Wonosari, Mijen, Ngaliyan Semarang, dan sekitarnya.
Mereka sangat antusias mengikuti kirab budaya yang diselenggarakan untuk memperingati Haul Mbah Syafi’i Piyoronegoro, Minggu 19 Mei 2024.
Dalam kirab Budaya Haul Mbah Syafi’i, ada gunungan hasil bumi yang diarak, ada pula patung kerbau yang ditarik, serta berbagai kreasi kirab lainnya sebagai simbol suburnya tanah di Semarang. Sebelumnya, juga digekar lomba rebana serta pengajian akbar untuk memperingati haul.
Baca juga: Haul Habib Thoha Bin Muhammad Bin Yahya Jadi Media Pemersatu Masyarakat
Dari sejarah yang ada Mbah Syafi’i merupakan tokoh agama yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa pada tahun 1600-an. Beliau juga pendiri Pondok Pesantren Luhur Dondong Wonosari, yang konon merupakan pondok tertua di Indonesia.
Konon, Mbah Sholeh Darat yang dikenal sebagi guru dari KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), KH Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul Ulama), serta Raden Ajeng Kartini (Pahlawan Emansipasi Wanita) pun sempat belajar agama dengan dengan Mbah Syafi’i.
“Tahun ini dibuat lebih besar agar masyarakat tahu jasa beliau di Indonesia, dari sisi keagaman, sosial, ekonomi dan budaya,” kata Pengasuh Pondok Luhur Dondong Tubagus Mansor.
Dia berharap, agar Pemerintah bisa membuat perayaan haul masuk ke agenda wisata milik Pemkot Semarang. Harapannya tentu untuk menunjang wisata religi di Ibu Kota Jateng. “Dengan kirab ini kita ingin masyarakat bisa meneruskan perjuangan beliau,” bebernya.
Kadar Lusman, salah satu tokoh masyarakat menjelaskan, sosok Mbah Syafi’i merupakan salah satu tokoh penyebar Islam di Indonesia dan mendirikan salah satu pondok tertua di Jawa Tengah. Konon jaman dahulu beliau juga ikut berjuang melawan penjajah,
“Beliau ini punya jasa yang besar selain mendirikan pondok dan syiar agama, dulu juga ikut melewan penjajah, jadi wajib hukumnya sebagai generasi muda kita ngur-uri budaya leluhur,” ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Semarang Dukung Usulan KH Sholeh Darat Sebagai Pahlawan Nasional
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Semarang ini menjelaskan jika Pemkot Semarang telah menjadikan makam Mbah Syafi’i sebagai destinasi religi di Ibu Kota Jateng. Kedepan dia berharap agar acara haul bisa masuk ke kalender event sehingga bisa mendatangkan wisatawan.
“Haul ini kita juga angkat sebagai kearifan lokal salah satunya dengan kirab dan lomba rebana, tentu kita akan mendorong Pemkot agar bisa masuk ke kalender event sehingga bisa dibuat lebih besar dan meriah serta bisa mendatangkan wisatawan,” pungkasnya. (01)