Beranda Daerah Terancam Bangkrut, Ribuan Karyawan Pabrik Tekstil Karanganyar Dirumahkan

Terancam Bangkrut, Ribuan Karyawan Pabrik Tekstil Karanganyar Dirumahkan

Perwakilan pekerja PT Kusuma Hadi Santoso ketika audiensi dengan Komisi B DPRD Karanganyar. (Foto:Iwan).

Karanganyar, Jatengnews id – Pabrik Tekstil yaang sempat berjaya di era tahun 80 an, PT Kusuma Hadi Santosa yang berada di Jalan Solo-Tawangmangu, tepatnya di Desa Jaten Karanganyar, sejak awal April 2024 lalu berhenti beroperasi. Akibatnya, sebanyak 1.500 karyawan di rumahkan.

Yang lebih memprihatinkan,  gaji karyawan sejak bulan Maret-April 2024 juga belum dibayarkan. Bahkan Tunjangan Hari Raya (THR) baru dibayarkan 10 persen.

Baca juga: Golkar Karanganyar Belum Sanksi Kader Daftar ke Partai Lain

Untuk membantu nasib ribuan karyawan ini, melalui Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mengadu kepada Komisi B DPRD Karanganyar, Kamis (16/5/2924) petang.

Usai melakukan audiensi bersama Komisi B DPRD, Ketua DPD KSPN Karanganyar Haryanto mengatakan sejak berhenti berproduksi, nasib karyawan semakin tidak jelas.

“Seluruh karyawan dirumahkan tanpa kompensasi apapun. Bahkan gaji karyawan sejak dua bulan terakhir belum dibayar perusahaan. THR yang seharusnya diberikan, hanya dibayar 10 persen,”ungkapnya.

Menurut Haryanto, mereka  meminta kepada perusahaan segera menuntaskan hak-hak para karyawan yang belum dibayarkan.

“Kami meminta kepada perusahaan segera membayar hak karyawan serta memperjelas status karyawan yang saat ini dirumahkan tanpa batas waktu yang belum ditentukan,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, AW Mulyadi menjelaskan, PT Kusuma Hadi Santoso saat ini mengalami kesulitan keuangan paska terjadinya Pandemi Covid 19.

Baca juga: Wakil Ketua Golkar Karanganyar Resmi Daftar Cabup ke PDI Perjuangan Karanganyar

Pihak managemen masih terus berupaya mencari sumber pendanaan agar perusahaan kembali berproduksi dan hak karyawan dapat dibayarkan.

“Perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan saat ini masih mencari sumber pendanaan. Managemen berjanji akan menyelesaikan seluruh persoalan, termasuk pembayaran gaji akhir bulan Mei mendatang,”katanya. (Iwan-02).

Exit mobile version